Akh Bodhi,,, sangat susah menjadi waras. Waras itu adalah kasta tertinggi dalam peradaban jiwa. Kau perlu lebih dari sekedar berpuasa dan menyepi ratusan tahun. Waras itu bukan sekedar tahu tentang kebenaran, tapi waras adalah menjadikan kebenaran itu relatif sesuai dengan kebenaran itu sendiri. Waras itu adalah menjadi pintar. Waras itu adalah menjadi hebat.
Waras itu pastinya bukan kita… wkwkwkwkwk. Kau tak waras dengan menjadi teman baik si Gombel. Kau tak waras ketika kau hisap rokok-rokok laknat itu bersama Tristan. Kau tak waras dengan menjadi dirimu sendiri, huahahahaha…. Dan aku tak waras dengan menjadi pemujamu…Akh, ge er kau! Aku masih cukup waras untuk tidak memuja orang yang tidak waras,,, huahahahhaha….
Bodhi,,, waras itu sulit…
Otakku berkata bahwa aku tidak boleh menemui tiga bintang dan tak perlu bersama neptunus. Tapi sel-sel hatiku serempak membentuk barisan dan melempari otakku dengan bunga, “Tak, sudahlah, tak ada salahnya. Toh kau tahu harus berhenti dimana”. Atau saat mereka mengirimi otakku buket bunga dengan kartu ucapan, “Bersama cintalah malam ini”.
Akh, gila Bodh! Sekarang otak dan hatiku berkumpul pada satu saluran hingga aku tak bisa lagi membedakan mana suara si kecil yang sering mengkerut kalau diajak menjadi orang berpendidikan dan mana suara si kue mentega yang sering membuat mata basah kuyup. Gila kau Bodh! Huahahahahaha,,, terima sajalah kalau kukatakan kau gila karena aku cukup waras untuk tidak menyebut diriku gila – atau cukup arogan, mungkin – ^_^
Bodh, tolong dengarkan ini sebelum gelombang-gelombang di ragaku menjadi kacau… sesuatu tentang menjadi waras,,,
Cinta itu hanyalah sebuah pemikiran Bodh. Berpikirlah dan kau akan mencinta.
Berhentilah berpikir dan kau akan berhenti mencinta.
Apa? Mau protes karena cinta itu adalah rasa bukan pemikiran?
Dengarkan aku lagi baik- baik – seriuslah, karena gelombang-gelombang ini mulai pasang aksi – rasa adalah pemikiran. Jangan kau kacaukan pembicaraan ini dengan misykat yang dimaksud oleh Baginda Rasul. Ini tentang otak yang merupakan raja di ragamu… Kau tahu tentang bagian otak yang akan berpendar ketika hati(jantung)mu berdetak tak karuan melihat sesuatu yang kau anggap sebagai cinta? Well Bodh,,, otaklah biang keroknya.
Sudah, jangan membantah lagi dengan mengatakan, “Tapi datangnya kan tidak bisa ditebak? ”. Kau tahu maksud pembicaraan ini, karena kita adalah dua orang dewasa. Dua orang dewasa yang mulai tidak waras lagi… – gelombang-gelombang itu sudah bertabrakan sana sini Bodh -.
Dan menjadi waras itu masih tetap saja sulit Bodh… (dan aku sangsi apakah kewarasan yang tadi ada adalah benar sebuah kewarasan…. huahahhahahahah, bertahanlah denganku Bodh!)
-obrolan bersama kopi pahit di warung si Gombel-
